Sri sulastri

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
ANAK PIP
dokumen pribadi

ANAK PIP

Perjalanan berliku melewati gersangnya pegunungan seribu tiap hari ia lalui. Suara canda tawa , tak pernah lekang dari bibirnya yang mungil. Pagi hari mereka selalu menuju tempat ini untuk mendapatkan ilmu dari wajah-wajah penuh kasih. Anak-anak berbaju merah putih menggendong tasnya. Senyum yang menandakan semangat luar biasa menjemput pagi selalu merekah.

Pemandangan pagiku yang tiap waktu aku temui didesa tempatku berjuang mencerdaskan bangas. Ditengah kemajuan teknologi yang ada sekarang ini, dunia digital tapi mereka masih menjunjung tinggi sopan santunnya. Tiap bertemu mereka selalu menyapa atau bersalaman dengan bapak/ibu guru.

Ditengah kemajuan zaman tapi mereka masih tertinggal dalam hal teknologi. Ditengah kurungan gunung seribu mereka kesulitan dalam akses jaringan informasi. Baik dari internet ataupun dari media informasi lainnya. Tidak hanya sulitnya koneksi internet, bahkan bila musim kemarau tiba tak jarang anak-anakku harus mencari sumber air kehidupan. Orang tua mereka yang sebagian berprofesi sebagai petani harus hijrah kekota guna mencukupi kebutuhan hidup. Hal itu dilakukan karena lahan pertanian yang hanya mengandalkan hujan saja. Mau tak mau anak-anak dititipkan nenek atau kelurganya yang ada didesa itu. Uang hasil bekerja tidak hanya untuk biaya hidup tapi juga membeli air.

Dengan kerasnya kehidupan yang mereka alami, tak membuat anak-anak di SD Banjarsari ini merasa sedih, tapi mereka tetap semangat. Himpitan ekonomi tak jarang menjadi alas an bagi mereka tidak melanjutkan sekolah. Ditengah hiruk pikuk dunia politik, dan kebijakan pemerintah yang semakin kompleks dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya muncullah adanya bantuan bagi anak sekolah yang dikenal dengan istilah PIP. Hal ini dapat sedikit memberikan angin segar bagi anak-anak yang tak mampu, dengan adanya kebijakan pemberian PIP / Program Indonesia Pintar yang diatur dalam Permendikbud RI Nomor 9 tahun 2018. . Pemberian bantuan bagi anak sekolah ini memberikan harapan yang sangat berarti bagi siswa kurang mampu. Bantuan PIP ini diharapkan membantu siswa melanjutkan sekolah sampai jenjang menengah. Tujuan lainnya juga dari kebijakan ini meringankan biaya pendidikan sehingga kemungkinan drop out terhindari.

Disatu sisi ada satu pihak yang sangat terbantu tetapi dari kebijakan ini juga ada sisi suram sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dalam dunia pendidikan. Ketika muncul kecemburuan, membuat sekolah menjadi sorotan masyarakat. Hal ini disebabkan siswa tertentu saja yang memperoleh kucuran dana PIP. Personil yang mendapatkan hanya itu-itu saja tidak ada pemerataan.

Padahal kenyataan yang menyeleksi dapat atau tidak langsung dari pemerintah pusat dan ada kriteria yang wajib dipenuhi dalam proses memperoleh bantuan tersebut. Salah satu diantaranya memiliki kartu Indonesia Pintar, usia 6-21 tahun, dan atau masih terdaftar sebagai peserta didik formal/non formal atau memiliki kartu identitas lain. Bagi siswa yang tidak memenuhi kriteria tentu tidak mendapatkan bantuan.

Pencairan dana ini langsung diterimakan pada siswa melalui Bank yang ditunjuk. Hal ini menyebabkan antrian panjang dibank, yang dapat menimbulkan gesekan salah paham. Kadang ada wali berprasangka dana itu digunakan pihak sekolah dulu. Maka dari itu pihak sekolah disarankan sosialisasi langsung mengenai proses PIP dari penjaringan sampai tahap penerimaan.

Tidak cukup sampai penerimaan saja, bahkan harus memantau penggunaannya.Dana bantuan PIP tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan pendidikan bagi para siswa sekolah. Misalnya membeli seragam, buku, alat tulis, sepatu dan lain-lainnya yang menunjang sekolah mereka. Sekolah harus selalu menegaskan hal tersebut, karena himpitan ekonomi tak jarang mmbuat wali siswa didaerah kami ada yang menggunakanya untuk biaya hidup seperti membeli sembako, air dan kebutuhan lain. Yang digaris bawahi disini PIP untuk siswa dari keluarga rentan miskin dan perlu kerjasama dari semua pihak agar program pemerintah ini tepat sasaran.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Penggunaan PIP blm sesuai peruntukkannya, krn himpitan hidup, hrs ada solusi lain utk hal itu. Sukses selalu dan barakallah

06 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali